Press "Enter" to skip to content

Hak Cuti Tahunan Menurut Undang-Undang Indonesia

admin 0

Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti membutuhkan uang. Untuk mendapatkan uang maka mereka harus bekerja keras. Sebagian orang menganggap pekerjaan sebagai tenaga kerja dari sebuah perusahaan adalah lebih baik daripada membuat usaha sendiri. Mereka yang mengatakan hal itu mungkin tak tahu bahwa ada banyak kesulitan yang juga dialami oleh para tenaga kerja yang bekerja untuk suatu perusahaan tertentu. banyak yang mengalami tekanan tertentu saat mereka bekerja pada suatu kantor atau perusahaan sebagai karyawan di dalamnya. diantara tekanan yang sering mereka rasakan adalah kurangnya waktu istirahat yang mereka dapatkan dikarenakan seringnya si bos menyuruh untuk lembur dalam beberapa kali, kurangnya waktu liburan yang diberikan untuk pekerjaan mereka, jarangnya ada waktu cuti yang diberikan oleh si bos, telatnya gaji yang harusnya di dapatkan, dan resiko terkena phk. Adanya banyak tekanan tersebut sebenarnya juga disebabkan karena para karyawan itu tidak begitu paham dan tidak sadar bahwa ada UU Ketenagakerjaan yang dapat memberikan pembelaan terhadap setiap tekanan yang mereka alami.

UU Ketenagakerjaan

Salah satu hal buruk yang dialami oleh kebanyakan karyawan yang bekerja sebagai tenaga kerja suatu perusahaan adalah sulitnya mendapatkan ijin cuti dari perusahaan tempat ia bekerja. Hal ini mungkin juga karena mereka tidak paham akan undang-undang yang telah diatur sejak lama dan dikhususkan untuk mereka yang bekerja sebagai tenaga kerja suatu perusahaan. Mereka tidak sadar bahwa ada undang-undang yang bisa mereka jadikan sebagai senjata untuk membela diri mereka sendiri agar mereka mendapatkan haknya yang seharusnya diberikan kepada mereka. Tepatnya undang-undang yang mengatur adanya hak cuti bagi semua karyawan adalah pada pasal 79 dalam ayat 2 dan pada pasal 93. Bunyi pada setiap pasal tersebut tak lain dan tak bukan adalah mengatur bahwa setiap laryawan yang telah memenuhi masa kerjanya selama setahun penuh ia bisa mendapatkan cuti sebanyak 12 hari. Dan tentunya saat libur nasional mereka tidak harus bekerja. Sedangkan pada pasal 93 ada aturan yang mana setiap karyawan bisa mendapat cuti saat mereka memiliki suatu urusan pribadi yang tak kalah penting dalam hidup mereka. Sebernarnya tak hanya hak cuti saja yang diatur dalam Undang-undang khusus ketenagakerjaan itu melainkan ada banyak diantaranya :

  1. Hak cuti
  2. Hak yang mengatur adanya PHK.
  3. Hak yang mengatur adanya Kerja Lembur.
  4. Hak untuk melaksanakan ibadah.
  5. Hak mogok kerja.
  6. Hak jaminan keselamtan bagi pekerjaan yang beresiko tinggi. Dan lain sebagainya.

Nah sebagai tenaga kerja yang baik kita harus sadar akan UU yang mengatur hak dan kewajiban yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Bagi anda yang merasa menjadi tenaga kerja suatu perusahaan kurang memuasakan dengan adanya hak dan kewajiban tersebut maka anda bisa memilih membuka usaha sendiri. Jika anda tidak punya modal maka tak perlu khawatir. Karena saat ini anda bisa melakukan pinjaman modal ke modalkita.com. Ada banyak peluang anda bisa meminjam modal membuka usaha baru apapun. Sehingga urusan pekerjaan di Indonesia akan terasa mudah bagi semua warga negaranya. So, anda bisa memilih sesuai dengan kemauan anda, apakah ingin menjaid tenaga kerja ynag bekerja dalam ikatan atau anda ingin bekerja dengan menjadi pengusaha yang bebas dari ikatan apapun dan manapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *